Rabu, 09 Mei 2012

Spoof


Well, sometimes the most diligent person can be in the situation when they’re just too lazy to deal with problems at school. We all have those times, right? I will tell you how I faced it and I did really awesome job though, because I’m still here however.
So, it was one day, I craved for a day to rest, I was too tired and things didn’t go well those days but then I was very panicked about my grades , how would manage to survive school, when things just wouldn’t go for the better. I had a friend of mine whom I always talked to whenever I couldn’t decide what to do.
“OMG, I just can’t take this anymore, I have this boring class today, and I really don’t want to take the class, but it’s just so important that I don’t know-“
And my friend said calmly, “whoa, you should take this reaaaally slowly, now tell me about this class, is it the first class of this semester when you meet up new comers and simply doing nothing but boring stuff?”
“No, it’s not.”
“This class, the teacher, how is she/he?”
“He’s very annoying, his voice frequently buzzing in my head just like bees.”
“What kind of class is it?”
“A class that I can’t stand to pay attention for”
“The teacher, does he always take your absence and remember your name?
“I am unfortunately quite famous, and he doesn’t only take my absences, he always wants to know about what’s happening, he’s such a stalker.”
“Well, why do you exactly want to avoid his lesson?”
“I don’t understand things he says even the tiniest, am I stupid or what? I’m just not feeling in the mood”
“How many absences do you have so far?”
“None, I’m just too afraid of his expression when he is angry-it will be like tiger or some kind of ghost you’d find on supernatural TV shows”
Then both my friend and I found this very complicated and frustrating and my friend simply shook his head and said “You’re acting like we’re going to go through doomsday if you don’t take his class. Well then simply, go to his class, and then you can sleep there, while he’s not watching.  As long as you keep him in sight and have eyes as sharp as an eagle, it’s fine then. Good luck”, and my friend left. But his advice worked though.

Title       : Sleeping Enough
Orientation: When we feel really bored of classes at school, we’ll do something really crazy sometimes. It’s caused by the tension we get.
Events:
·          I was bored with my class and I wanted to skip that class
·         I asked for an advice to my fried instead he gave me a series of questions
Twist:
·         My friend came with the craziest advice but strangely it worked. 

Selasa, 08 Mei 2012

Contoh Resensi Buku!


http://multiply.com/mu/claranaibaho/image/6/photos/upload/300x300/SPGQswoKCDQAAGYVXcw1/RUMAH-PELANGI.jpg?et=rtJ1li%2CZZuZ8eCZB8LUcmA&nmid=119768874Resensi Buku

Judul buku      :       Rumah Pelangi

Penulis                          :           Samsikin Abu Daldiri

Penerbit                                    :           Arti

ISBN                             :           979158334x

Jenis                             :           Memoar

Format                          :           Soft Cover

Dimensi                         :           19 x 13 x 1,5 cm

Halaman                        :           337 hal

Perjalanan Hidup dan Romansa Seorang Guru di Tengah Hiruk-Pikuk Komunis
Buku ini seolah membawa pembaca ke dalam pahit manis kehidupan seorang wanita yang dari kecilnya sudah aktif dalam berbagai hal. Wanita yang kerap dipanggil Sam ini, berkiprah dalam kegiatan-kegiatan seperti bersinden, lomba-lomba, kejuaraan demi kejuaraan, sewaktu ia masih menduduki bangku SMA. Sam mempunyai nama lengkap yaitu, Samsikin Abu Daldiri, yang tidak lain tidak bukan adalah si penulis itu sendiri. Kekentalan dari adat Jawa pun sangat terasa karena penulis benar-benar menceritakan keadaan real  pada saat ia mengalami kejadian-kejadian tersebut. Sam merupakan sosok wanita yang mandiri, walaupun tinggal berkecukupan, ia sangat patuh terhadap Bude dan Pakdenya, yang mengasuhnya, dan tentu orang tuanya, yang bertempat tinggal jauh darinya. Kehidupan Sam tidak berjalan mulus, waktu penghujung SMA ia sudah dijodohkan kepada seorang priyayi kelas atas yang menaruh hati padanya, Sam juga membalas perasaan priyayi itu, namun ternyata kakaknya Sam tidak memberikan restu pada kehadiran sang priyayi, bukan main marahnya ia karena ia menemukan adiknya sibuk berpacaran, padahal ia masih bersekolah dan tengah menduduki semester akhir, berarti sebentar lagi ia akan mengikuti ujian akhir. Reaksi sang priyayi pun tidak bagus, terhadap penolakan kakak Sam. Nilainya berantakan, batinnya terganggu, ia pun berjanji untuk tidak menaruh hati kepada pria lain, akibat luka yang ditimbulkan oleh sang kakak. Sam pun tidak lulus ujian akhir. Seluruh keluarganya berduka cita, namun hati Sam tetap teguh, ia berjanji meningkatkan prestasinya dalam mencapai kelulusan dan cita-citanya, yaitu menjadi seorang guru. Namun dalam perjalanannya, ia bertemu seorang lelaki sederhana, ndeso, yang ternyata terpikat oleh kecantikan Sam. Ia jatuh hati pada Sam, dan bersikeras untuk mendekatinya. Sam yang pada awal mulanya tidak tertarik sama sekali, perlahan-lahan pun luluh juga. Seperti hujan yang mengikis kerasnya batu, hati Sam pun terketuk, dan akhirnya ia jatuh hati kepada pria tersebut, yang bernama Abu. Waktu pun berlalu, Sam lulus dengan nilai memuaskan, begitupula Abu, yang menduduki kelas yang sama walaupun sekolah yang berbeda dan juga sama-sama tinggal kelas. Abu dan Sam keduanya bercita-cita menjadi guru, dan cita-cita mereka pun menjadi kenyataan. Mereka ikut kontrak kerja dari dinas, dan mulai bertugas ke daerah masing-masing. Mereka pun berjauhan, namun mereka tetap menikah. Karier mereka bisa dikatakan cukup memuaskan walaupun mereka harus hidup sangat sederhana. Sam menjadi guru yang sangat baik performanya dan sangat tulen membina murid-muridnya sehingga ia ditunjuk menjadi kepala sekolah sementara Abu menjadi petugas screening dalam menyeleksi guru yang waktu masa itu banyak yang terlibat dalam aksi PKI, maka dengan itulah gonjang-ganjing dari banyak pihak, antara lain adalah sogokan kaum komunis. Hidup mereka semakin pas-pasan dan uang mereka semakin menipis, namun mereka tetap dapat berprilaku jujur dan menolak sogokan-sogokan tersebut. Anak-anak yang dikaruniai Tuhan kepada mereka pun tumbuh besar dan sukses dalam kehidupan masing-masing. Pada penghujung cerita, diceritakan bahwa Abu meninggal dunia dalam keadaan yang baik, ditemani oleh Sam, istrinya. Kekurangan dari buku ini terletak pada covernya yang sangat mirip dengan cover buku Laskar Pelangi  karya Andrea Hirata. Kesamaan ini sangat drastis sehingga dapat membingungkan pembaca. Kekurangannya selain itu adalah isinya yang terlalu muluk dan berkutat tentang cerita cinta dari si penulis sehingga tidak sesuai dengan tema yang diambil buku ini yang mengedepankan basis komunis-nya, dan juga terdapat kosakata yang sekali lagi, dapat membingungkan pembaca karena salah tafsir. Kelebihan dari buku ini adalah alur cerita yang ringan dan mudah dicerna, rinci, dan penuh dengan moral kehidupan. Buku ini layak dibaca, tetapi pembaca sebaiknya jangan berharap banyak tentang kandungan cerita yang berlatar belakang komunis, karena mayoritas dari cerita ini murni hanya cerita kehidupan penulis dari masih kecil sampai dewasa.